Minggu, 09 Maret 2014

Canyoning



Saya mulai mengetahui olah raga ekstrim canyoning sejak dua tahun lalu, sejak saat itu saya bersama rekan yang memiliki hobby yang kurang lebih sama mulai mengeksplor tempat – tempat yang memungkinkan untuk melakukan aktifitas tersebut di sekitaran bogor  (kaki gunung salak) di sana terdapat banyak spot-spot menarik untuk di susuri dan di turuni, rentetan air terjun banyak terdapat disana dengan ketinggian yang variative. Menyusuri lembahan dan menuruni air terjun dengan menggunakan peralatan standart untuk kegiatan tersebut, seperti tali carmatel, harnest, carabiner, ascander, discander, dll, yang kesemua peralatan tersebut adalah peralatan yang memliki standart internasional untuk melakukan kegiatan di ketinggian,  saat ini canyoning lah yang menjadi kegemaran kami yang baru, menikmati air terjun dengan perspetif  yang berbeda, adapun teknik yang di gunakan pada kegiataan ini ialah rappeling, atau cara menuruni ketinggian sambil mengendalikan kecepatan turun dengan beberapa alat bantu, meluncur di batuan cadas yang licin (sliding) bahkan sampai dengan melompat (jummping), serta renang (swimming)  yang semuanya itu kami lakukan dengan mengutamakan keselamatan dan rasa gembira. dengan mengetahui standar keamanan dan dan instalasi tali-temali yang baik serta wawasan mengenai lingkungan sekitar  adalah suatu hal yang mutlak untuk melaksanakan kegiatan tersebut.  Olah raga urban yang satu ini berkaitan juga dengan  olah raga outdoor lainya seperti penelusuran goa (caving) , naik gunung ( hiking) , panjat tebing (rock Climbing) dan arung jeram (rafting), karena teknik dan perlengkapan yang digunakan pun hampir sama dari kegiatan – kegiatan tersebut.
Kegiatan  Canyoning ini kita lakukan di desa tajur halang bogor,  Dalam melaksanakan kegiatan ini kita harus mendaki kaki gunung salak terlebih dahulu sampai dengan menemukan area yang baik untuk berkemah (camp). dalam kegiatan ini kita sudah pasti menyusuri lembah yang memiliki aliran sungai, ketika menyusuri sungai tersebut kami harus sudah menggunakan perlengkapan dasar, seperti helm sebagai pengaman kepala dari benturan, harness sebagai pengaman saat beraktifitas di ketinggian yang di kenakan pada pinggang, carabiner sebagai penghubung antara perlengkapan, dalam hal ini carabiner menghubungkan antara hasness dan descander atau alat untuk turun seperti pirana dan atau figur of eigth yang berfungsi sebagai alat penghambat pada tali untuk menuruni ketinggian yang dapat di kontrol, dan descander di hubungkan dengan tali yang akan di gunakan untuk menyusuri lembahan serta menuruni air terjun. Saat menyusuri sungai kecil yang dihimpit tebing terjal dengan suhu udara yang dingin dan sejuk di sini kami merasakan suasana yang magis, mungkin kesunyian alam yang sesungguhnya berada pada lembah-lembah curam, suara gemericik air, serangga, dan hewan liar saling bersautan hingga menjadikan instrumen alami, dan tidak kami pungkiri  bahwa itu karya semesta yang tak tertandingi. lembah yang kami susuri tidak selamanya datar, dan sudah pasti licin, kami berjalan, meluncur dan melompat di aliran sungai, hingga kami menemukan air terjun dan mulai memasang pengaman pada batuan atau pepohonan di sekitar sebagai penambat tali yang akan digunakan sebagai alat utama untuk menuruni air terjun, setelah semua selesai  kami mulai menuruni air terjun tersebut satu persatu, untuk menuruni air terjun kami menggunakan teknik rappeling, pada awalnya untuk melakukan reppeling di air terjun agak sedikit sulit, karena berada pada bibir air terjun yang sudah pasti tidak terdapat sanggahan untuk berpegangan, hanya tali dan batuan rapuh tebing air terjun tersebut yang menjadi sugesti agar tak terjatuh atau terpeleset dalam menuruni air terjun, setelah melalui bibir air terjun mulailah adrenaline terpacu karena bergelantungan di seutas tali dan di terpa air yang tak henti hingga menuju dasar sungai, inilah cara kami menikmatan lembahan dan air terjun dari sudut pandang yang berbeda dan inilah ke unikan dari olah raga Canyoning.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar